Senin, 20 November 2017

Doaku

"Sudah terpikirkan olehku
untuk menikahimu."

itu kata-katamu
beberapa bulan yang lalu

kemudian
hari bergulir
menjadi minggu
hingga bulan

menurutku
tiada perubahan
di antara kita
entah denganmu

aku tak mengerti
kata-katamu kala itu
berarti
atau
hanya ilusi

aku hanya dapat berdoa
hingga
kau
menunjukkan bukti
bahwa
ini
bukanlah mimpi

Kamis, 31 Agustus 2017

Sudah Cukup

sungguh
aku mencoba
untuk percaya
kamu bisa
aku bisa
kita bisa

tapi
setiap foto
yang kau pilih
hanya
menambah
tanda tanya

aku ingin percaya
aku ingin mencoba
kamu pun jua
tapi
mengapa
yang terlihat
sebaliknya?

air mata
mulai
mendesak
namun
kau tak pantas
mendapatkannya

Minggu, 27 Agustus 2017

Ini Apa

minggu lalu menyenangkan
menikmati film di bioskop
sambil menyantap popcorn dan minuman dingin

minggu lalu menyenangkan
mengisi perut hingga kenyang
sambil bercengkerama dengan hangat

tapi tidak hanya menyenangkan
ternyata juga membingungkan
hanya untukku
tidak denganmu

sudah lewat seminggu
tapi kata-katamu masih teringat jelas
gestur tubuhmu juga masih terpatri rapi dalam ingatan
aku hanya dapat berkata
ini apa?

ingin ku bertanya lebih jauh
tapi aku tidak mau mengganggu
tidak terlalu ingin berharap
karena harapanku selalu dipatahkan oleh kenyataan

tapi tetap saja
penasaran masih memenuhi pikiranku
sedangkan kamu
kembali menjadi biasa
kembali menjadi pribadi yang sulit ku rengkuh

lalu
sebenarnya
ini apa?

haruskah aku pikirkan?
haruskah kamu berikan penjelasan?
haruskah?

lagi-lagi
hanya kepastian
yang selalu tidak pasti

Selasa, 01 Agustus 2017

Review: Dove Original Light & Smooth Deodorant

Produk yang di-review hari ini bukan termasuk produk make up. Ini salah satu produk yang wajib digunakan setiap hari oleh saya, yaitu deodoran. Jadi ceritanya saya terpilih untuk uji coba menggunakan Dove Original Light & Smooth Deodorant dari Home Tester Club

Dove Original Light & Smooth Deodorant
Sumber: dokumentasi pribadi

Apa itu Home Tester Club? Kalian bisa cek sendiri di www.hometesterclub.co.id atau di instagram mereka @HomeTesterClubID. Intinya di sini kita bisa saling berbagi pengalaman dalam menggunakan suatu produk, dan jika beruntung kita dapat terpilih mendapatkan sampel barang untuk melakukan uji coba produk.

Ini bukan kali pertama saya mendapatkan sampel dari Home Tester Club. Biasanya saya melakukan review barang yang saya dapatkan hanya di akun instagram saya saja. Tapi setelah dipikir-pikir sepertinya lebih enak jika saya tuliskan di blog. Lebih lengkap saja rasanya. Jadi untuk selanjutnya jika saya mendapatkan sampel lagi, review-nya akan saya tulis di blog 😉

Sebelum saya bahas produknya, saya akan melakukan pengakuan bahwa ini pertama kali saya coba Dove Original Light & Smooth Deodorant. Ini juga yang jadi alasan saya mau mencoba produk ini. Selain itu, setelah mencoba produk Dove yang lain saya merasa bahwa tidak ada salahnya mencoba deodorannya, karena produknya yang lain juga menjadi favorit saya, seperti sabun cairnya. Tanpa panjang lebar lagi, saya akan mulai review-nya.

Harga
Tentu saja kali pertama ini sampelnya saya dapatkan gratis. Tapi saya lihat di minimarket harga deodoran ini sekitar Rp 20.000,- agak lebih mahal dari pada deodoran lain yang mudah ditemukan di minimarket juga. Sepertinya ini salah satu hal mengapa saya belum coba deodoran Dove. Karena masih banyak yang lain yang lebih murah. Tapi apakah pantas harga dan kualitas yang diberikan oleh Dove Original Light & Smooth Deodorant? Semua akan terjawab di akhir tulisan, hahaha. Jadi, tetap lanjut dibaca sampai habis ya.

Kemasan
Seperti kemasan Dove original pada umumnya, produk ini memiliki kemasan didominasi warna putih dan biru, dalam hal ini tutup deodorannya yang berwarna biru dan botol(?)nya berwarna putih. Sederhana. Dan saya suka hal yang sederhana. Tapi terlihat tidak murahan atau norak. Simple is the best! Kemasannya juga tidak terbuat dari kaca, jadi aman untuk dibawa traveling. Oh iya, deodorannya ini yang jenis roll on, bukan oles atau pun semprot.

Kualitas
Klaim yang tertulis pada kemasan Dove Original Light & Smooth Deodorant adalah melindungi 48 jam, dengan 1/4 mosturising cream khas Dove untuk kulit ketiak yang tak hanya lebih cerah, tapi juga lebih halus. Sayangnya saya tidak bisa membuktikan klaim ini 100%, karena tidak mungkin juga saya selama 48 jam tidak mandi demi membuktikan bahwa deodoran ini melindungi saya sepanjang hari. Ndak betah sist, berkeringat sedikit saja langsung gerah dan langsung pengen mandi, apa lagi kalau ga mandi dua hari. Walah....

Untuk bagian yang mencerahkan dan membuat ketiak lebih halus juga tidak dapat saya buktikan dengan akurat, tapi yang pasti selama pemakaian produk ini kulit ketiak saya tidak menghitam dan tetap terasa halus.

Malah saya merasakan kelebihan lain yang saya dapat selama pemakaian, yaitu bau badan berkurang. Mungkin ini termasuk dalam klaimnya yang melindungi selama 48 jam. Semenjak memakai Dove terasa sekali bau badan saya berkurang. Saya ini tipe orang yang gampang berkeringat. Jadi selalu mencari deodoran yang aromanya segar dan tahan lama biar ga cepat bau asyeeem dan bau matahari. Tapi sampai sekarang saya belum menemukan deodoran yang memenuhi kriteria itu, sampai akhirnya saya coba Dove deodoran. Dan gara-gara itu, saya jadi suka dengan deodoran Dove ini!

Selain itu, yang saya suka lagi dari Dove Original Light & Smooth Deodorant adalah tidak menimbulkan burket alias bubur ketiak. Malas banget kan kalau ada burket... Deodoran ini tidak bikin burket sama sekali. Juga tidak menimbulkan bekas di baju.


Kesimpulannya, walaupun saya tidak begitu merasakan apa yang tertulis di klaim produk, saya sudah jatuh hati dengan deodoran ini dengan kelebihan lain yang saya rasakan, yaitu mengurangi bau badan dan wanginya cukup tahan lama. Walaupun harganya (yang saya rasa) cukup mahal dibanding deodoran kebanyakan, kemungkinan besar saya akan tetap membelinya karena dapat mengatasi masalah bau badan saya akibat keringat berlebih.

Jadi, saya merekomendasikan Dove Original Light & Smooth Deodorant kepada teman-teman sekalian karena saya cukup puas dengan hasilnya. Deodoran Dove ini tidak hanya yang original loh, ada juga varian lain. Teman-teman sudah ada yang coba? Bisa loh beri komentar di bawah sini 😁

Selasa, 25 Juli 2017

Pertemanan

Pertemanan zaman sekarang tuh sulit ya. Kalimat pembukanya langsung bikin emosi ga sih? Terus setelah pos ini dibaca teman-teman saya langsung memutus pertemanan. Hahahahaha.

Jujur saja, sekarang itu (sekitar sudah 24 tahun hidup di bumi) saya merasa teman saya semakin sedikit. Teman secara realita ya maksudnya. Yang bukan hanya bertemu di sosial media saja. Kalau pun buka aplikasi chat yang isinya penuh grup besar sering kali chat mereka menumpuk dan membuat saya malas membukanya. Atau lebih suka menanggapi secara personal ke orang yang bersangkutan jika sedang ada isu yang dibicarakan. Terlebih jika ada ucapan ulang tahun, pernikahan, atau duka cita. Maaf, bukannya ga mau mendoakan atau didoakan, tapi jika hanya melihat ucapan dan doa yang hanya dicopas alias copy paste kok rasanya saya malah jadi sebal bukannya senang sudah didoakan.

Terlebih saya merasa seperti hanya dapat basa-basi saja. Hanya formalitas. Atas nama pertemanan atau solidaritas. Mungkin ada yang membaca dan mengatakan, "Ngomong doang lo, gue aja ga pernah lo chat personal kalau gue ada acara." Wets, jangan salah. Bukan berarti saya tidak mendoakan. Setiap ada berita semacam itu saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk hadir. Namun, apabila memang tidak memungkinkan untuk hadir saya pasti mendoakan kebaikan kepada kalian. Tapi sayangnya saya tidak memperlihatkannya. Karena itu tadi, saya tidak suka basa-basi. Langsung aksi, tak perlu banyak cakap.

Kemudian ada lagi omongan, "Sekarang lo sedih temen lo sedikit, tapi setiap diajak jalan ga pernah mau." Bukan, bukan tidak mau. Biasanya saya menolak ikut dikarenakan tidak nyaman. Tidak nyaman di sini beragam ya. Tidak nyaman dengan orangnya, tempatnya, waktunya, atau lainnya. Kalau waktu, biasanya saya tidak akan mau jika acaranya malam hari. Sedangkan tempat, bergantung dengan jauhnya dan kondisi kantong. Tapi kalau orang, lebih kepada saya yang lagi-lagi sedang tidak mau berbasa-basi.

Mungkin saya saja yang semakin tua semakin sensitif. Saya juga pernah kok datang ke suatu acara yang sebenarnya kalau bukan karena teman dekat saya yang mengadakan saya tidak akan datang. Padahal acaranya juga ramai dengan teman-teman saya yang lain. Tapi namanya juga sudah tidak nyaman, saya selalu mencari tempat sepi untuk melipir. Istilahnya untuk mencari udara segar. Tidak perlu basa-basi atau main smart phone untuk menghindari obrolan. Semakin sering melihat saya menghilang atau main smart phone tandanya saat itu saya sedang tidak nyaman.

Saya orang yang menghargai pertemuan kok. Sebisa mungkin saya tidak akan menengok smart phone jika bertemu dengan teman. Bahkan berfoto saja saya jarang kalau tidak diajak terlebih dahulu. Walaupun terkadang saya sedih sih tidak punya jejak memori pertemuan berupa foto karena saya yang tidak suka berfoto. Tapi setidaknya saya menikmati setiap detiknya di dalam pertemuan itu. Dari pada sibuk berfoto kemudian pilah-pilih yang mana yang harus di pos di media sosial, tapi ketika sampai di rumah tidak tahu keadaan teman yang sedang diajak foto itu.

Mungkin model pertemanan saya ketinggalan zaman. Tidak melulu dipos ke media sosial. Hanya butuh didengarkan dan mendengarkan. Dibantu dan membantu. Saya juga tidak anti media sosial kok. Jika menurut saya pantas untuk diabadikan dan diperlihatkan pada orang lain pasti akan saya pos di akun saya.

Mungkin saat ini saya sedang egois. Sedang ingin dimengerti. Soalnya lelah harus pura-pura baik setiap bertemu hahaha. Teman macam apa saya. Ya intinya kalau ada yang merasa saya menghindar itu tandanya saya sedang tidak nyaman saja. Suatu hari nanti pasti saya akan menghadapi kalian dengan diri saya seutuhnya. 

Senin, 12 Juni 2017

Pikiran

Terkadang aku berpikir...

Setiap bayi yang lahir di dunia ini tidak bisa memilih dengan siapa kelak yang akan menjadi ayah ibu mereka.

Ayah dan ibu pun tidak bisa memilih seperti apa kelak bayi yang akan lahir dari dalam rahim sang ibu.

Semua sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

Lalu, apakah adil seorang manusia hidupnya ditentukan oleh manusia lainnya?

Tanpa memandang kemampuan dan kemauan seseorang, mereka hanya mengeluarkan ultimatum apa yang harus ia lakukan.

Walaupun seseorang ini telah mengeluarkan isi hatinya, semampu apa yang bisa ia lakukan dan apa yang ia ingin lakukan.

Namun mereka tetap bersikukuh pada pikiran mereka.

Tanpa tahu seseorang tersebut hanya berjalan di tempat, karena ia tak lagi mampu dan tiada lagi hasrat untuk melakukannya.

Apa gunanya seseorang itu telah mengatakan yang sejujurnya akan tetapi mereka tidak sedikit pun memberikan pengertian?

Terkadang, aku penasaran dengan garis hidup yang Tuhan akan berikan.

Untuk menolong kasus seperti yang dialami seseorang ini.

Apa yang terbaik untuknya?

Tetap bertahan dalam penjara tak terlihat?

Atau mencoba membebaskan diri dan berusaha meraih yang diinginkan?

Karena banyak yang berkata belum tentu yang kita inginkan adalah yang terbaik untuk kita.

Salah satu penyebab seseorang ini belum melarikan diri untuk bebas adalah takut.

Ya, takut.

Takut tidak sesuai rencana.

Takut ternyata melakukan yang diinginkan tidaklah sejalan dengan takdir Tuhan.

Mengapa mesti takut? Tanya kalian.

Karena seseorang ini telah terbiasa mimpinya dimusnahkan.

Karena seseorang ini selalu dilihat sisi jeleknya.

Karena seseorang ini tidak pernah diizinkan mencoba melakukan apa yang ia suka.

Karena seseorang ini selalu disumpal dengan berita buruk dari sekitar.

Lalu, kapan seseorang akan merasa bahagia? Tanyamu lagi.

Aku pun masih menanti jawabnya.

Atau jawabNya.

Kamis, 01 Juni 2017

Review: City Color Cosmetics Contour Effects Palette

Sebelumnya mau menegaskan dulu kalau saya bukanlah beauty blogger yang sudah sangat mengerti dunia per-make-up-an. Saya cuma penikmat kosmetik yang hobi corat-coret muka ketika tidak ada kerjaan. Jadi saya harap jika ada yang baca postingan saya ini dan bilang saya sok tahu, ya maaf saja. Saya hanya sekadar berbagi pengalaman dalam menggunakan produk yang saya pakai :) Tak perlu berlama-lama lagi, saya mulai review-nya!

Sepertinya jika dilihat dari produk yang tertera pada judul, saya termasuk golongan yang telat banget baru mencoba produk ini. City Color Cosmetics: Contour Effects Palette ini sudah banyak yang menggunakan dari beberapa tahun lalu. Lalu kenapa saya baru coba sekarang? Soalnya dulu saya belum merasa ingin mencoba dan belum merasa butuh. Tapi akhir-akhir ini saya merasa agak tembem, jadi..... Yaa lumayan usaha untuk meniruskan pipi gitu ceritanya. Tapi saya tahu diri belum pernah coba contour muka. Akhirnya saya cari-cari produk yang harganya bersahabat dan mudah digunakan untuk pemula seperti saya. Dan saya pun memutuskan untuk mencoba produk ini.

Produk ini sebenarnya ada dua jenis, Contour Effects Palette dan Contour Effects 2 Palette. Perbedaannya adalah (berdasarkan keterangan dari online shop tempat saya membeli produk) untuk Contour Effects Palette memberikan hasil matte sedangkan untuk Contour Effects 2 Palette memberikan hasil dewy. Maka saya memilih untuk membeli yang memberikan hasil matte dikarenakan wajah saya yang cenderung berminyak.

Harga
Produk ini harganya sangat bersahabat. Hanya berkisar di harga Rp 100.000,- sudah mendapatkan satu set untuk contour, bronze, dan highlight. Jadi tidak perlu pikir panjang untuk membelinya.

Kemasan
*sebelumnya maaf kalau fotonya kurang cantik* *maklum belum biasa*
Pertama, saya mau bahas kotak pembungkusnya dulu. Berikut akan saya suguhkan tampak atas dan bawah kotaknya.

Tampak Atas
Sumber: dokumentasi pribadi
Tampak Bawah
Sumber: dokumentasi pribadi

Sesungguhnya saya sangat suka dengan desainnya, baik kotak pembungkusnya mau pun kotak produknya. Sederhana, dengan warna dominan hitam dan tulisan berwarna silver di bagian atas, produk ini terlihat berkualitas, jadi seperti barang mahal hehehe. Lalu, di bagian bawah kotak diberikan gambar contoh dan keterangan penggunaan produk. Lumayan membantu untuk pemula seperti saya.

Tempat Produk
Sumber: dokumentasi pribadi

Untuk tempat produknya kurang lebih desainnya sama dengan kotaknya. Jadi saya tetap suka. Dan kotak serta tempat produk ini tampilannya doff, memberi kesan tidak murahan. Tempat produknya ini bila ditutup tidak akan mudah terbuka. Maksudnya, ada kan produk kosmetik yang tempatnya mudah terbuka bila diletakkan di dalam pouch menyebabkan produknya tercecer ke mana-mana. Sedangkan produk ini tidak. Selama ditutup dengan rapat sampai bunyi "klik" maka produk akan aman di dalamnya. Sebenarnya produk yang saya dapat ini adalah model baru. Ada beberapa perbedaan dengan model lama, di antaranya yang terbaru ini dilengkapi dengan cermin di bagian dalam. Dapat dilihat di foto selanjutnya.

Bagian dalam Produk
Sumber: dokumentasi pribadi
Di bagian dalam produk, terdapat plastik transparan yang bertuliskan nama masing-masing produk. Ini berguna untuk orang awam yang belum bisa membedakan bronzer dan untuk contour. Selain itu plastik ini juga menjadi penghalang produk dengan cermin, sehingga produk tidak mengotori cermin.

Kualitas
Pigmentasinya sangat sangat sangat bagus. Tapi ini bisa menjadi nilai plus atau minus untuk produk. Dengan warnanya yang sangat keluar ini membuat kita harus berhati-hati menggunakannya. Satu kali poles saja warnanya langsung terlihat dengan jelas. Berikut saya tunjukkan contoh warnanya.

Kualitas Warna Produk
Sumber: dokumentasi pribadi
Jadi cukup sedikit saja mengambil produk untuk diaplikasikan ke muka. Kelebihannya, dengan penggunaan yang hemat ini produk jadi dapat dipakai dalam waktu lama. Selain warna dengan pigmentasi yang tinggi, produk ini juga sangat powdery. Sebenarnya ini agak sedikit mengganggu untuk saya, soalnya setiap setelah pemakaian pasti tempat produk langsung kotor. Selain itu tidak jarang jika melakukan pembelian secara online produk akan pecah, saya rasa itu juga dikarenakan produk yang sangat ringkih karena sifatnya yang powdery itu.

Selanjutnya, saya akan review saat pemakaian di wajah saya ya. Kulit saya sebenarnya tidak terlalu putih, bisa dibilang mendekati sawo matang. Untuk bronzer-nya di kulit saya warnanya agak terlalu merah, dan highlighter-nya terlalu putih. Mungkin ini masih bisa diakali ya dengan banyaknya produk yang digunakan. Kemudian juga produknya agak sulit di-blend. Tapi tidak menutup kemungkinan itu karena saya yang masih amatir menggunakannya, saya juga baru mencoba 2-3 kali. Nanti kalau sudah terbiasa menggunakannya akan saya update di sini. Tapi jika tidak ada perubahan itu tandanya saya pasrah hohoho......

Yak! Begitulah review produk City Color Cosmetics Contour Effects Palette versi saya. Semoga membantu para pembaca untuk menentukan akan membeli produk ini atau tidak. Kurang lebihnya mohon maaf, karena keamatiran saya. Semoga membantu pembaca sekalian!


!!!UPDATE!!!
Seperti yang saya janjikan di atas, bila saya sudah mengerti cara menggunakannya, saya update kembali di sini. Dan... saya jadi suka produk ini! Tipsnya adalah cukup ambil produk sedikit saja, cukup satu atau dua ketuk kuas. Hasilnya memuaskan kok. Mudah di-blend juga. Karena penggunaan yang sangat irit ini produk jadi dapat digunakan dalam waktu lama. Intinya saya merekomendasikan produk ini untuk teman-teman yang mau belajar mengkontur muka.