Tampilkan postingan dengan label review produk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review produk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2018

Review Skincare Haul Pertengahan Tahun 2018

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Dan sampai juga di rangkaian terakhir dari review produk yang saya coba sampai pertengahan tahun 2018. Sekarang waktunya bahas produk skincare. Sebenarnya tidak banyak yang saya coba. Sama seperti makeup, saya baru coba yang lain kalau produk yang saya pakai sudah habis digunakan. Mungkin bulan depan saya akan bahas produk "botol kosong" alias yang sudah saya gunakan sampai habis. Akhir-akhir ini mulai mencoba produk yang lebih ramah lingkungan. Secara tidak sadar, ternyata yang saya coba produk lokal semua. Mari saya bahas satu per satu.


1. Biotalk Rose Water
Percaya ga percaya sebenarnya alasan saya membeli produk ini untuk mengatasi rambut rontok saya yang lagi parah-parahnya. Produk ini klaimnya memang multifungsi, dan sudah banyak juga yang memberi review kalau air mawar ini mengurangi rambut rontok mereka. Tapi setelah sampai di tangan saya, entah mengapa jadi sayang kalau dipakai buat rambut. Pasti butuh banyak dan jadi cepat habis. Sayang saja sih Rp 90.000,- dengan isi 100 ml habis dalam sekejap. Maka saya gunakan untuk toner saja deh.

Klaim produk ini banyak banget, secara dia juga multifungsi. Bisa buat toner, serum rambut, facial mist, juga jadi makeup setting spray. Dari sekian banyak fungsinya, saya paling terasa efek melembabkannya. Itu terasa sekali di wajah saya yang tipenya berminyak, tapi tidak menambah produksi minyak pada wajah. Selain itu juga cepat menyembuhkan luka, ini sepertinya dengan dukungan dari produk lain.  Kalau di botolnya, cara pakainya disuruh menggunakan kapas, tapi kalau saya sedang merasa butuh hidrasi lebih langsung saya semprot ke muka. Hasilnya tetap sama-sama melembabkan kok. Dan semprotan di botolnya ini juga enak banget, halus dan butiran air yang keluar tidak besar-besar. Wanginya juga ga santer banget. Calming deh rasanya. Dan dia alcohol-free loh.


2. Haple Almond Oil
Akhirnya mencoba produk minyak setelah maju mundur cantik. Soalnya takut banget malah bikin muka makin ga karu-karuan, secara muka berminyak banget. Tapi makin ke sini makin banyak baca dan tonton video yang bahas tentang oil jadi penasaran. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya memutuskan untuk mencoba produk ini. Sebenarnya agak galau mau coba ini atau grapeseed dulu, tapi setelah lihat klaimnya lebih banyak ini jadilah saya beli yang ini (ga penting ya? hahaha).

Setelah dipakai, ternyata muka saya baik-baik saja. Tidak semakin greasy. Justru ketika dipakai di malam hari, esok paginya muka saya tidak kusam dan terlihat lebih sehat dari sebelum pemakaian. Sama seperti air mawar, produk ini tidak kalah multifungsi. Bisa untuk wajah, rambut, bahkan bibir. Terkadang malah saya pakaikan di alis dan bulu mata, tapi hasilnya belum terlalu kelihatan, tapi ada beberapa yang lebih panjang dari biasanya. Dan dituliskan almond oil ini juga sebagai tabir surya alami, ada SPF-nya walaupun sedikit. Biasanya juga saya pakai sebagai makeup base dan tidak membuat makeup saya cepat lumer.

Packaging-nya juga lucu. Kotaknya sederhana, cuma kardus cokelat gitu tapi tulisan dan ilustrasinya membuat kotaknya terlihat vintage. Sedangkan botolnya dari kaca dan tutupnya sudah dilengkapi dengan pipet, jadi kita mudah untuk menakar minyak yang ingin kita gunakan. Untuk harganya Rp 59.000,- dengan isi 30 ml. Oh iya, produk ini tidak bisa digunakan untuk orang yang memiliki alergi kacang-kacangan.


3. Sensatia Botanicals Rosemary & Lavender Tea Tree Soap
Ini salah satu brand yang paling ingin saya coba. Karena sudah terkenal sekali dengan jargon-jargon mereka yang no animal testing, paraben free, sulfate free, silicone free, dan lain-lain. Serta tidak kalah pentingnya ini adalah brand lokal. Mumpung waktu itu ada promo, saya belilah dua produk, sabun batang dan sabun cair untuk muka. Banyak banget pilihan sabun batangnya dan warnanya ngegemesin semua, jadi bingung deh mau beli yang mana. Setelah melalui banyak pertimbangan sengit, akhirnya terpilihlah untuk mencoba Rosemary & Lavender Tea Tree Soap.

Setiap sabun batangnya ini ada dua ukuran, 25 gram (Rp 12.500,-) dan 125 gram (Rp 60.000,-). Saya pilih yang kecil karena baru mencoba. Dan varian ini saya pilih karena concern muka saya oily dan acne prone. Yang saya rasakan selama pemakaian produk ini adalah jerawat saya entah mengapa jadi cepat matang. Lalu, sabun ini tidak memberikan efek kering ke muka, karena tidak mengandung SLS alias Sodium Lauryl Sulphate yang biasanya membuat busa lebih banyak sekaligus juga menghilangkan sisa-sisa minyak di wajah. Wanginya super calming, dan masih ada potongan rosemarynya di sabun, jadi terasa sabunnya benar-benar produk alami. Nyaman deh digunakannya.

Satu hal lagi, saya senang produk Sensatia Botanicals sudah bisa didapatkan di Jakarta, yeiy! Tepatnya di toko Natural Farm yang ada di beberapa pusat perbelanjaan. Produknya masih sedikit tapi kalau permintaan tinggi bisa masuk banyak produknya, kata pegawai di sana. Ku senang sekali!


Terakhir seharusnya saya membahas Sensatia Botanicals Acne Clarifying Facial Cleanser. Namun, mohon maaf belum sempat saya coba 😓 Soalnya mau dicoba pun saya sedang tidak berjerawat setelah memakai sabun batangnya. Mungkin nanti jikalau sudah saya coba dan saya sangat suka dengan efeknya akan saya bahas sampai tuntas tas tas tas! Jadi sekian dulu untuk review singkat produk yang saya pakai sampai pertengahan tahun 2018. Kalau ada saran produk yang ingin di-review sesuai dengan kondisi muka saya (oily, acne prone, big pores, dark spot) bisa dicantumkan di kolom komentar. Terima kasih untuk yang sudah baca!

Rabu, 01 Agustus 2018

Review Makeup Haul Pertengahan Tahun 2018

Sumber: dokumentasi pribadi

Yuhuuu, lanjut ya review produknya. Sekarang saatnya produk makeup dulu. Cukup banyak sih, tapi semoga tidak membuat kalian bosan dan review singkat saya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk kalian yang akan membeli produk tersebut. Tanpa perlu panjang lebar lagi mari kita bahas satu per satu.


1. Make Over Intense Matte Lip Cream 014 Coco
Saya itu penggemar lipen cokelat. Soalnya bibir saya pinggirnya gelap jadi terkadang kalau pakai lipen warna nude atau yang pigmentasinya agak kurang alias sheer pasti pinggiran bibir saya terlihat gelap. Jadi, tergodalah saya untuk membeli si Coco ini, kayanya warna tercokelat dari rangkaian lip cream ini. Dan hasilnya.... saya suka banget! Malah jadi lipstik sehari-hari saya saat ini. Dipakai saat formal juga bisa. Pokoknya ini menjadi lipen cokelat favorit saya saat ini.

Pigmentasinya sudah tidak usah ditanya ya, rangkaian lip cream ini sudah terkenal pigmented banget. Sekali pulas sudah cukup menutupi semua area bibir. Ringan juga dipakai tapi masih tetap terasa memakai sesuatu di bibir. Tapi lipen ini tidak tahan lama ya, cuma bisa banget kok kalau langsung ditimpa lagi alias re-touch. 

Packaging-nya juga saya suka banget. Seperti produk Make Over lainnya, kotaknya dominan hitam. Tutup lip cream-nya juga hitam. Tube lip cream transparan dan cukup tebal jadi warna lip cream bisa langsung terlihat tanpa perlu dibuka dahulu. Terlihat apik dan mahal gitu deh, ada kebanggaan tersendiri kalau pakai produk lokal yang kemasannya bagus. Aplikatornya juga enak, tidak sulit untuk memulas lip cream-nya. Harganya waktu itu beli Rp 80.000,- ada diskon di Watsons. Harga aslinya kalau tidak salah Rp 100.000,- untuk ukuran 6,5 gram.


2. Silkygirl Perfect Matte Liquid Eyeliner
Dalam masa pencarian eyeliner yang tidak luntur bin bleberan di mata yang oily ini si Silkygirl sudah saya incar dari lama. Karena banyak banget yang bilang produk ini the best lah. Tertarik dong yah sebagai manusia yang mudah dihasut. Akhirnya eyeliner yang saya miliki sudah habis, saatnya saya beli produk ini.

Beneran the best loh. Saya pakai eyeliner ini nyaris seharian dan kena air juga beberapa kali. Yang dekat kelopak mata ga sepenuhnya bertahan sih tapi masih terlihat dan tidak perlu sampai harus digambar ulang karena bentuknya masih ada. Ngerti kan ya maksudnya? Pokoknya gitu deh, Ceu. Soalnya paling malas yang namanya gambar ulang eyeliner. Butuh waktu lama dan konsentrasi tinggi biar terlihat sempurna, ye ga? Dan senangnya lagi dia ga smudging atau bleber bikin hitam area mata. Terus ini hasilnya matte, jadi dia ga shine bright like a diamond gitu warnanya. Cucok deh cyiiin!

Aplikatornya juga enak, ga keras tapi ga letoy banget juga. Bisa bikin garis mata yang tipis maupun tebal. Kemasannya juga hitam doff dengan tulisan putih, kesukaan banget lah ya yang kemasannya begini. Harganya saya beli di Guardian Rp 60.300,-. Isinya 2,5 ml.


3. Justmiss Eyelash Glue
Jarang sih sebenarnya pakai bulu mata palsu. Tapi kebetulan lagi banyak acara bulan ini jadi beli saja deh. Dulu sih pakai lem bulu mata murah yang tutupnya merah botolnya putih itu (lupa apa namanya), tapi itu ga tahan lama. Mau beli yang bermerek kok sayang, sudah harganya mahal, jarang juga dipakai. Jadi memutuskan beli Justmiss yang mereknya ga aneh-aneh.

Ini lemnya yang warna putih, tapi setelah mengering jadi transparan juga. Tidak ada yang istimewa sih tapi cukup tahan lama untuk dipakai seharian. Sempat lepas juga rekatannya ketika dipakai, tapi cuma sebelah dan di ujung dalam mata saja, yang sebelah lagi tahan-tahan saja dipakai seharian dan kena air beberapa kali. Harganya saya beli di toko kosmetik dekat rumah hanya Rp 25.000,- tapi pas ke Stroberi kalau ga salah harganya Rp 45.000,- dengan ukuran 5 ml. Untuk aplikatornya ada kuas tipisnya, mempermudah untuk pengaplikasian ke bulu mata, dan lem yang terambil pun tidak berlebihan di kuasnya.


4. Fanbo Perfect Bounce Beauty Blender
Selama kenal makeup, baru kali ini punya beauty blender. Soalnya mikirnya kayanya sama saja deh mau aplikasi alas bedak pakai apa saja. Ternyata tidak ya, Ceu. Sungguh malang nasibku baru tahu saat ini. Selama ini kalau pakai foundation dibantu sponge dari Daiso yang harganya Rp 25.000,- dapat 10 buah. Soalnya sedih mau beli beauty blender kenapa mahal-mahal banget, dan tidak bisa dipakai selama-lamanya kaya kuas gitu. Alhamdulillah, Fanbo mengeluarkan produk beauty blender seharga Rp 36.000,- yang saya dapatkan di Naughty (mereka katanya baru kerja sama gitu, jadi gampang deh sekarang kalau cari produk Fanbo). Terus apa bedanya setelah pakai beauty blender Fanbo dengan sponge Daiso?

Bedanya dari hasil blend-nya, Ceu. Jadi selama ini tuh bingung kenapa ya kok rasanya foundation ada yang ga nyatu sama muka. Kirain tuh selama ini salah produk yang dipakai. Tapi setelah pakai Fanbo dengan produk foundation yang sama, eh nyatu loh itu foundation sama muka. Kepejalannya juga cukup, baik ketika dibasahi atau dipakai ketika kering. Intinya dia ga keras. Pas nge-blend pun ga perlu tenaga yang berlebih juga (ga kaya pas pakai si Daiso, nge-blend-nya agak lama). Dan bentuknya yang teardrop ini memudahkan untuk memakai di area yang sulit diraih, seperti lipatan hidung dan bawah mata. Pokoknya ini jadi salah satu andalan saya deh sekarang!


5. Emina Pore Ranger
Ini produk baru yang sangat saya nantikan. Sebagai pemilik muka yang berpori-pori besar pasti sebal ya lihat muka bolong-bolong pas pakai foundation. Mau beli Benefit Porefessional kok sayang... Dan tiba-tiba muncullah produk ini. Seperti melihat oasis di tengah Gurun Sahara, eaa lebay bet! Langsung dong beli pas produknya ada.

Setelah saya coba beberapa kali sebenarnya tidak bisa dibilang bagus banget sih. Cuma tetap bersyukur ada produk lokal yang punya primer dengan efek memudarkan pori seharga Rp 63.000,- isinya 20 ml. Efek memudarkan pori dan garis halusnya lumayan banget kok, tapi ga tahan lama di saya, cuma sekitar 3-4 jam. Satu hal yang saya suka itu hasilnya yang halusssss banget, jadi suka saya pakai semuka deh... Primernya ini ga bening, tapi setelah diaplikasi warnanya akan tercampur dengan baik dengan kulit muka dan tidak mengubah warna muka. Ini juga ringan dipakai, seperti tidak memakai apa-apa.


6. Wardah Blush On (A)
Sebenarnya bukan penggemar blush on. Tapi kok jadi sering pakai blush on akhir-akhir ini. Emang dasar lagi centhyl kali ya. Dan akhirnya habis tuh blush on dari jutaan tahun yang lalu tak kunjung habis. Bukan habis sih, masih ada tapi tinggal warna pink yang tersisa, peach-nya habis duluan... Tidak mungkin kan ya muka yang agak gelap ini pakai blush on warna pink. Dulu saja sudah dicampur peach masih selalu dibilang warnanya terlalu gonjreng di muka akika. Duh, monmaap deh...

Akhirnya beli baru deh. Dulu juga pakai Wardah tapi lupa tipenya apa, tulisannya sudah hilang, pokoknya yang warna pink dan peach. Kalau tipe A ini warnanya peach dan cokelat. Tapi ya tapi saya suka banget loh hasilnya, padahal cuma beda di pink dan cokelat saja. Si A ini warnanya kalau dicampur tuh bagus banget di muka saya, bikin jadi warm banget lah muka, cakeup! Dan cokelatnya saja suka saya pakai untuk shading hidung atau pipi, lumayan lah ya serba guna.

Saya kan bukan penggemar highlighter, jadi senang saja kalau dari blush on sendiri bisa kasih efek glowing sehat gitu. Wardah ini demikian. Blush on-nya ga yang pucat dan buat muka dead matte gitu, agak shiny shiny noona neomu yeppeo gitu, eh itu Shinee ding he he he *krik. Untuk harganya di Guardian Rp 45.000,- saja. Oh iya, kan di dalamnya sudah ada kuas dan kacanya tuh, tapi saya tidak pernah menggunakan 2 alat itu. Lebih suka pakai kuas yang lebih besar atau pakai tangan sekalian, sedangkan kacanya terlalu cilik, tidak bersahabat untuk mataku yang minus ini.


7. Wardah EyeXpert The Volume Expert Mascara
Nah, lagi-lagi wahai manusia yang mudah dihasut oleh bisikan-bisikan, ini salah satu produk baru yang sangat ingin saya beli akibat omongan orang. Padahal nih ya pas beli itu tujuannya cari maskara yang smudgeproof. Namun, muncullah produk ini di deretannya dengan diskon yang menggiurkan. Karena ku lemah, belilah daku maskara ini.

Bulu mata saya itu super tipis dan sedikit. Kalau di foto tidak akan kelihatan deh. Makanya saya selalu pakai maskara ke mana-mana. Tergodalah saya membeli ini karena klaimnya yang menyatakan volume expert. Dan beberapa orang bilang maskara ini bisa mengangkat bulu mata agar tak loyo turun ke bawah. Setelah dipakai... lumayan sih. Tapi karena ekspektasi sudah terlalu tinggi ya jadinya saya biasa saja dengan efeknya. Kelebihannya di kemasannya ada tulisan mengandung minyak argan dan widelash. Jadi semoga saja dengan memakai ini bulu mata saya menjadi lebih baik juga.

Untuk harganya saya dapat Rp 57.000,- dengan diskon dari Guardian. Harga aslinya Rp 76.500,- Packaging-nya oke banget, Ceu. Silver silver gimana gitu, cakep dah pokoknya. Aplikatornya ga terlalu gendut dan agak mengecil di ujung jadi bisa menggapai bulu mata bagian dalam. Kekurangannya cuma dia agak smudging. Tidak terlalu masalah sih kalau dipakainya tidak terlalu lama, karena efek smudge-nya muncul agak lama setelah pemakaian.


Akhirnya usai sudah review makeup yang singkat kali ini. Sebenarnya masih ada beberapa produk lagi yang saya beli tapi lupa dimasukkan dalam foto. Mungkin akan saya jadikan tulisan terpisah dengan pembahasan lebih lengkap dan lebih dalam. Oh iya, kalau dari produk di atas ada yang ingin dibahas lebih jelas (lengkap dengan foto yang lebih detil) boleh loh dirikues di kolom komentar. Sekian dulu tulisan kali ini, sampai jumpa di Review Skincare Haul Pertengahan Tahun 2018!

Jumat, 27 Juli 2018

Review Freebies Pertengahan Tahun 2018

Sumber: dokumentasi pribadi

Hai hai hai haaaaiiiii!!! Sudah lama tidak membuat review sesuatu yang dipakai. Saking lamanya sekarang jadi menumpuk deh hahahaha. Banyak banget yang mau di-share. Karena ada yang kewajiban tapi ada juga yang karena memang bermanfaat selama dipakai. Tapi setelah dikumpulin kok banyak banget ya? Dan ada beberapa juga yang belum masuk di foto. Jadi kali ini mau review  singkat produk freebies dulu alias gretongan dikasih orang hahaha. Yang lainnya juga bakal dibahas di pos berikutnya. Tanpa perlu berlama-lama lagi, berikut review singkat 3 produk freebies yang saya dapatkan.


1. Pond's Instabright Tone Up Milk Cream
Produk ini saya dapat gratisan dari Home Tester Club. Apa sih Home Tester Club? Sudah pernah saya bahas di sini. Kebetulan sekali ketika mendapat produk ini, seminggu sebelumnya saya menonton acara kecantikan Korea yang membahas produk krim pencerah instan juga. Produk ini sedang hits di kalangan anak sekolah menengah di sana. Karena produk ini dapat mencerahkan secara instan, tanpa perlu memakai makeup, jadi murid sekolah tidak akan dimarahi guru-gurunya. Agak penasaran sih sebenarnya pengaruhnya sebesar apa untuk mencerahkan muka. Eh, tahunya dapat sampel uji produk sejenis dari Home Tester Club. Terima kasih Home Tester Club!

Beberapa klaim yang ada di kotak produk Pond's Instabright Tone Up Milk Cream ini antara lain, wajah cerah seketika; samarkan noda dari pemakaian ke-1; bantu jadikan warna kulit lebih cerah, mulus dan bersinar hari demi hari; efektif jaga kelembaban kulit; tampak bebas kilap; lindungi dari sinar UV. Saya coba bahas satu-satu ya. Wajah cerah seketika, ini benar sekali sih. Tapi cerah di sini maksudnya lebih ke memutihkan kulit. Dengan menggunakan seujung jari saja sudah cukup untuk satu muka. Saya pernah memakainya terlalu banyak, dan alhasil muka saya seperti dibalur terigu... Oh iya, patut diingat muka saya oily dan acne prone skin jadi banyak bekas jerawat di mana-mana, dan warna kulit cenderung netral (agak gelap sedikit, yang pasti ga bisa pakai bedak putih). Terbayang ya kalau dari penjabaran saya produk ini lebih cocok untuk yang warna kulitnya putih. Sudah dipakai sedikit saja pun menurut saya masih terlalu putih untuk di muka saya. Lanjut ke klaim selanjutnya, di muka saya efek menyamarkan nodanya tidak ada sama sekali. Dan bebas kilap juga hanya sebentar saja di muka kilang minyak saya. Tapi efek melembabkannya terasa kok. Produk ini juga ada aroma vanilanya. Jadi buat kamu yang kulitnya putih dan suka dijemput mendadak sama pacar jadinya ga sempat makeup Pond's Instabright Tone Up Milk Cream ini bisa jadi pilihan tepat untuk kalian.


2. The Body Shop Moringa Eau de Toilette
Sebenarnya jarang banget ya pakai produk The Body Shop. Soalnya jarang menemukan yang cocok antara yang saya suka dan pas di kantong hohohoho. Sekalinya suka produknya eh diskontinu barangnya, sedih kan. Dan sebenarnya bukan pengguna parfum juga. Sudah cukup bahagia dengan body mist yang beredar di pasaran seperti Enchanteur atau Original Source. Tapi tiba-tiba jadi ingin beli pas cium si The Body Shop Moringa Eau de Toilette. Padahal saya jarang sekali suka aroma bunga, tapi ini pas di hidung saya. Namun karena masih banyak yang lain yang ingin dibeli jadilah saya batal beli ini. Hiks...

Terus kok bisa punya? Ternyata kakak saya memperhatikan gerak-gerik saya, dan dia membelikan saya diam-diam. Sungguh terharu :') Lalu apa yang menarik? Selain wanginya yang semerbak bunga yang manis tapi tidak sampai menusuk hidung dan cukup tahan lama, saya penasaran moringa ini bunga apa. Sesampainya di rumah saya cari di Google. Ternyata oh ternyata moringa itu kelor. Wah sungguh tak ku duga. Sudah daunnya bermanfaat untuk kesehatan, ternyata bunganya juga memiliki wangi yang memikat. Padahal biasanya suka dibiarkan liar di pinggir jalan begitu saja. Sungguh jangan diremehkan.

Selain dari aromanya, saya juga suka kemasan dari botolnya, cuma 30 ml sih tapi dari kaca dan kelihatan menggemaskan sekali. Terlihat kokoh, tapi tetap imut. Untuk yang mau beli harganya Rp 199.000,-. Cukup mahal sih tapi kalau suka mau gimana, Ceu...  Tenang saja, The Body Shop sering ada diskon kok.


3. Lush Mask of Magnaminty
SUMPAH INI BAGUS BANGET, GA NGERTI LAGI!!! Waduh, kok pembukanya ngegas... Monmaap saudara-saudara, soalnya sudah habis 3 jar HAHAHA. Awalnya beli sendiri kok ga gratis, karena modal penasaran pas teman ada yang lagi di London jadi titip saja. Jar kedua coba beli di online shop sini, tapi ragu asli apa nggak (cuma tetap dipakai, sayang Ceu mahal). Jar ketiga kado ultah dari teman yang habis berlibur ke Jepang. Jadi ini pas kan masuk kategori freesbies? 😝

Ini bagus banget buat memperbaiki tekstur muka saya. Pas pertama kali pakai, kondisi muka lagi banyak jerawat gede-gede. Muka jadi ada yang bentol bekas jerawat gitu deh. Saya pakai ini tiga hari sekali selama sebulan dan hasilnya bagian muka yang ada jerawat segede bagong itu kembali mulus loh. Heran saya pun. Waktu itu lagi sering jerawatan banget tapi setelah dipakaikan ini rutin, jerawatnya jadi kalem dan cepat kering. Ga pernah lagi tumbuh jerawat besar.

Lush Mask of Magnaminty ini ada dua jenis, ada yang self preserving dan yang biasa. Yang self preselving ini lebih cocok untuk yang mukanya normal-kering, karena mengandung lebih banyak madu. Saya sudah coba juga yang ini, tapi saya lebih cocok yang biasa karena muka saya juga berminyak. Selain manfaatnya, saya suka juga aromanya, coklat peppermint! Rasa eskrim kesukaan saya. Setiap dipakai rasanya ingin dimakan sekalian. Pokoknya saya sangat merekomendasikan ini untuk teman-teman yang sedang ingin memperbaiki tekstur muka. Tapi harganya agak sedikit mahal ya, sekitar Rp 300.000,- cuma sesuai dengan manfaat yang diberikan. Worth to try!


Ya, sekian dulu review freebies-nya. Produk lainnya akan dibahas di Review Makeup dan Skincare Haul Pertengahan Tahun 2018. Semoga bermanfaat! Kalau ada saran, bisa disampaikan di kolom komentar 😉

Selasa, 01 Agustus 2017

Review: Dove Original Light & Smooth Deodorant

Produk yang di-review hari ini bukan termasuk produk make up. Ini salah satu produk yang wajib digunakan setiap hari oleh saya, yaitu deodoran. Jadi ceritanya saya terpilih untuk uji coba menggunakan Dove Original Light & Smooth Deodorant dari Home Tester Club. 

Dove Original Light & Smooth Deodorant
Sumber: dokumentasi pribadi

Apa itu Home Tester Club? Kalian bisa cek sendiri di www.hometesterclub.co.id atau di instagram mereka @HomeTesterClubID. Intinya di sini kita bisa saling berbagi pengalaman dalam menggunakan suatu produk, dan jika beruntung kita dapat terpilih mendapatkan sampel barang untuk melakukan uji coba produk.

Ini bukan kali pertama saya mendapatkan sampel dari Home Tester Club. Biasanya saya melakukan review barang yang saya dapatkan hanya di akun instagram saya saja. Tapi setelah dipikir-pikir sepertinya lebih enak jika saya tuliskan di blog. Lebih lengkap saja rasanya. Jadi untuk selanjutnya jika saya mendapatkan sampel lagi, review-nya akan saya tulis di blog 😉

Sebelum saya bahas produknya, saya akan melakukan pengakuan bahwa ini pertama kali saya coba Dove Original Light & Smooth Deodorant. Ini juga yang jadi alasan saya mau mencoba produk ini. Selain itu, setelah mencoba produk Dove yang lain saya merasa bahwa tidak ada salahnya mencoba deodorannya, karena produknya yang lain juga menjadi favorit saya, seperti sabun cairnya. Tanpa panjang lebar lagi, saya akan mulai review-nya.

Harga
Tentu saja kali pertama ini sampelnya saya dapatkan gratis. Tapi saya lihat di minimarket harga deodoran ini sekitar Rp 20.000,- agak lebih mahal dari pada deodoran lain yang mudah ditemukan di minimarket juga. Sepertinya ini salah satu hal mengapa saya belum coba deodoran Dove. Karena masih banyak yang lain yang lebih murah. Tapi apakah pantas harga dan kualitas yang diberikan oleh Dove Original Light & Smooth Deodorant? Semua akan terjawab di akhir tulisan, hahaha. Jadi, tetap lanjut dibaca sampai habis ya.

Kemasan
Seperti kemasan Dove original pada umumnya, produk ini memiliki kemasan didominasi warna putih dan biru, dalam hal ini tutup deodorannya yang berwarna biru dan botol(?)nya berwarna putih. Sederhana. Dan saya suka hal yang sederhana. Tapi terlihat tidak murahan atau norak. Simple is the best! Kemasannya juga tidak terbuat dari kaca, jadi aman untuk dibawa traveling. Oh iya, deodorannya ini yang jenis roll on, bukan oles atau pun semprot.

Kualitas
Klaim yang tertulis pada kemasan Dove Original Light & Smooth Deodorant adalah melindungi 48 jam, dengan 1/4 mosturising cream khas Dove untuk kulit ketiak yang tak hanya lebih cerah, tapi juga lebih halus. Sayangnya saya tidak bisa membuktikan klaim ini 100%, karena tidak mungkin juga saya selama 48 jam tidak mandi demi membuktikan bahwa deodoran ini melindungi saya sepanjang hari. Ndak betah sist, berkeringat sedikit saja langsung gerah dan langsung pengen mandi, apa lagi kalau ga mandi dua hari. Walah....

Untuk bagian yang mencerahkan dan membuat ketiak lebih halus juga tidak dapat saya buktikan dengan akurat, tapi yang pasti selama pemakaian produk ini kulit ketiak saya tidak menghitam dan tetap terasa halus.

Malah saya merasakan kelebihan lain yang saya dapat selama pemakaian, yaitu bau badan berkurang. Mungkin ini termasuk dalam klaimnya yang melindungi selama 48 jam. Semenjak memakai Dove terasa sekali bau badan saya berkurang. Saya ini tipe orang yang gampang berkeringat. Jadi selalu mencari deodoran yang aromanya segar dan tahan lama biar ga cepat bau asyeeem dan bau matahari. Tapi sampai sekarang saya belum menemukan deodoran yang memenuhi kriteria itu, sampai akhirnya saya coba Dove deodoran. Dan gara-gara itu, saya jadi suka dengan deodoran Dove ini!

Selain itu, yang saya suka lagi dari Dove Original Light & Smooth Deodorant adalah tidak menimbulkan burket alias bubur ketiak. Malas banget kan kalau ada burket... Deodoran ini tidak bikin burket sama sekali. Juga tidak menimbulkan bekas di baju.


Kesimpulannya, walaupun saya tidak begitu merasakan apa yang tertulis di klaim produk, saya sudah jatuh hati dengan deodoran ini dengan kelebihan lain yang saya rasakan, yaitu mengurangi bau badan dan wanginya cukup tahan lama. Walaupun harganya (yang saya rasa) cukup mahal dibanding deodoran kebanyakan, kemungkinan besar saya akan tetap membelinya karena dapat mengatasi masalah bau badan saya akibat keringat berlebih.

Jadi, saya merekomendasikan Dove Original Light & Smooth Deodorant kepada teman-teman sekalian karena saya cukup puas dengan hasilnya. Deodoran Dove ini tidak hanya yang original loh, ada juga varian lain. Teman-teman sudah ada yang coba? Bisa loh beri komentar di bawah sini 😁

Kamis, 01 Juni 2017

Review: City Color Cosmetics Contour Effects Palette

Sebelumnya mau menegaskan dulu kalau saya bukanlah beauty blogger yang sudah sangat mengerti dunia per-make-up-an. Saya cuma penikmat kosmetik yang hobi corat-coret muka ketika tidak ada kerjaan. Jadi saya harap jika ada yang baca postingan saya ini dan bilang saya sok tahu, ya maaf saja. Saya hanya sekadar berbagi pengalaman dalam menggunakan produk yang saya pakai :) Tak perlu berlama-lama lagi, saya mulai review-nya!

Sepertinya jika dilihat dari produk yang tertera pada judul, saya termasuk golongan yang telat banget baru mencoba produk ini. City Color Cosmetics: Contour Effects Palette ini sudah banyak yang menggunakan dari beberapa tahun lalu. Lalu kenapa saya baru coba sekarang? Soalnya dulu saya belum merasa ingin mencoba dan belum merasa butuh. Tapi akhir-akhir ini saya merasa agak tembem, jadi..... Yaa lumayan usaha untuk meniruskan pipi gitu ceritanya. Tapi saya tahu diri belum pernah coba contour muka. Akhirnya saya cari-cari produk yang harganya bersahabat dan mudah digunakan untuk pemula seperti saya. Dan saya pun memutuskan untuk mencoba produk ini.

Produk ini sebenarnya ada dua jenis, Contour Effects Palette dan Contour Effects 2 Palette. Perbedaannya adalah (berdasarkan keterangan dari online shop tempat saya membeli produk) untuk Contour Effects Palette memberikan hasil matte sedangkan untuk Contour Effects 2 Palette memberikan hasil dewy. Maka saya memilih untuk membeli yang memberikan hasil matte dikarenakan wajah saya yang cenderung berminyak.

Harga
Produk ini harganya sangat bersahabat. Hanya berkisar di harga Rp 100.000,- sudah mendapatkan satu set untuk contour, bronze, dan highlight. Jadi tidak perlu pikir panjang untuk membelinya.

Kemasan
*sebelumnya maaf kalau fotonya kurang cantik* *maklum belum biasa*
Pertama, saya mau bahas kotak pembungkusnya dulu. Berikut akan saya suguhkan tampak atas dan bawah kotaknya.

Tampak Atas
Sumber: dokumentasi pribadi
Tampak Bawah
Sumber: dokumentasi pribadi

Sesungguhnya saya sangat suka dengan desainnya, baik kotak pembungkusnya mau pun kotak produknya. Sederhana, dengan warna dominan hitam dan tulisan berwarna silver di bagian atas, produk ini terlihat berkualitas, jadi seperti barang mahal hehehe. Lalu, di bagian bawah kotak diberikan gambar contoh dan keterangan penggunaan produk. Lumayan membantu untuk pemula seperti saya.

Tempat Produk
Sumber: dokumentasi pribadi

Untuk tempat produknya kurang lebih desainnya sama dengan kotaknya. Jadi saya tetap suka. Dan kotak serta tempat produk ini tampilannya doff, memberi kesan tidak murahan. Tempat produknya ini bila ditutup tidak akan mudah terbuka. Maksudnya, ada kan produk kosmetik yang tempatnya mudah terbuka bila diletakkan di dalam pouch menyebabkan produknya tercecer ke mana-mana. Sedangkan produk ini tidak. Selama ditutup dengan rapat sampai bunyi "klik" maka produk akan aman di dalamnya. Sebenarnya produk yang saya dapat ini adalah model baru. Ada beberapa perbedaan dengan model lama, di antaranya yang terbaru ini dilengkapi dengan cermin di bagian dalam. Dapat dilihat di foto selanjutnya.

Bagian dalam Produk
Sumber: dokumentasi pribadi
Di bagian dalam produk, terdapat plastik transparan yang bertuliskan nama masing-masing produk. Ini berguna untuk orang awam yang belum bisa membedakan bronzer dan untuk contour. Selain itu plastik ini juga menjadi penghalang produk dengan cermin, sehingga produk tidak mengotori cermin.

Kualitas
Pigmentasinya sangat sangat sangat bagus. Tapi ini bisa menjadi nilai plus atau minus untuk produk. Dengan warnanya yang sangat keluar ini membuat kita harus berhati-hati menggunakannya. Satu kali poles saja warnanya langsung terlihat dengan jelas. Berikut saya tunjukkan contoh warnanya.

Kualitas Warna Produk
Sumber: dokumentasi pribadi
Jadi cukup sedikit saja mengambil produk untuk diaplikasikan ke muka. Kelebihannya, dengan penggunaan yang hemat ini produk jadi dapat dipakai dalam waktu lama. Selain warna dengan pigmentasi yang tinggi, produk ini juga sangat powdery. Sebenarnya ini agak sedikit mengganggu untuk saya, soalnya setiap setelah pemakaian pasti tempat produk langsung kotor. Selain itu tidak jarang jika melakukan pembelian secara online produk akan pecah, saya rasa itu juga dikarenakan produk yang sangat ringkih karena sifatnya yang powdery itu.

Selanjutnya, saya akan review saat pemakaian di wajah saya ya. Kulit saya sebenarnya tidak terlalu putih, bisa dibilang mendekati sawo matang. Untuk bronzer-nya di kulit saya warnanya agak terlalu merah, dan highlighter-nya terlalu putih. Mungkin ini masih bisa diakali ya dengan banyaknya produk yang digunakan. Kemudian juga produknya agak sulit di-blend. Tapi tidak menutup kemungkinan itu karena saya yang masih amatir menggunakannya, saya juga baru mencoba 2-3 kali. Nanti kalau sudah terbiasa menggunakannya akan saya update di sini. Tapi jika tidak ada perubahan itu tandanya saya pasrah hohoho......

Yak! Begitulah review produk City Color Cosmetics Contour Effects Palette versi saya. Semoga membantu para pembaca untuk menentukan akan membeli produk ini atau tidak. Kurang lebihnya mohon maaf, karena keamatiran saya. Semoga membantu pembaca sekalian!


!!!UPDATE!!!
Seperti yang saya janjikan di atas, bila saya sudah mengerti cara menggunakannya, saya update kembali di sini. Dan... saya jadi suka produk ini! Tipsnya adalah cukup ambil produk sedikit saja, cukup satu atau dua ketuk kuas. Hasilnya memuaskan kok. Mudah di-blend juga. Karena penggunaan yang sangat irit ini produk jadi dapat digunakan dalam waktu lama. Intinya saya merekomendasikan produk ini untuk teman-teman yang mau belajar mengkontur muka.

Selasa, 18 Oktober 2016

Review Produk Bibir Favorit

Halo halo! Tulisan saya kali ini agak sedikit berbeda dari sebelum-sebelumnya. Saya mau memberikan review terhadap barang-barang favorit yang saya pakai. Sebenarnya sih saya tidak begitu jago review barang. Mungkin akan lebih tepat kalau review ini sebagai apresiasi saya dalam menyukai produk-produk ini dan ingin berbagi dengan teman-teman sekalian siapa tahu juga sedang mencari produk yang sesuai dengan apa yang akan saya jabarkan nanti.

Produk-produknya antara lain barang-barang yang saya pakai sehari-hari dan cocok dengan saya saat ini sampai belum ingin pindah ke lain hati. Dari pada menunggu lama, saya mulai ya review produk-produknya. Produk kali ini hanya untuk area bibir saja. Mungkin nanti akan ada rview produk favorit saya lainnya. Karena masih amatiran jadi maafkan ya kalau ada kata yang kurang sreg ^^

1. SMLC Mineral Botanica
Awalnya saya bukan orang yang peduli dengan penampilan. Tapi seiring dengan bertambahnya umur entah mengapa ingin icip-icip dandan sedikit-sedikit. Mulailah saya keluar rumah dengan memakai lipstik. Tapi karena tekstur bibir saya yang kering dan mudah pecah-pecah, saya merasa tidak cocok dengan jenis tipe matte lipstik yang lagi hype banget zaman sekarang. Kan sedih ga bisa mengikuti zaman :( (apa deh, sok muda!) Dan kebetulan banyak matte lipstik yang harganya tidak sesuai kantong mahasiswa. Akhirnya saya mencari-cari dan menemukan SMLC Mineral Botanica ini. Termasuk produk lokal pertama yang mengeluarkan seri smlc. Harganya juga hanya berkisar di angka 50.000,-. Jadi saya coba beli satu yang warna nude no. 5 (Sweet Honey). Ketika saya coba rasanya begitu nyaman dipakai. Ringan, dan aromanya juga enak. Tapi sayangnya shade ini mengaplikasikan ke bibirnya cukup sulit. Satu kali shade tidak langsung menutupi seluruh bagian bibir. Saya juga tidak bisa rapi memakainya. Dan cracking di bibir. Agak disayangkan sih padahal saya sudah jatuh hati. Keanehan lain dari shade ini kalau sudah terlalu lama dipakai menimbulkan warna pink di bibir, saya juga ngga ngerti kenapa bisa demikian. Tapi itu bukan masalah untuk saya.

Karena saya sudah terlanjur nyaman tapi agak sedikit kecewa (bukan dengan gebetan) saya tidak menyerah untuk mencoba beli lagi dengan warna lain. Saya beli shade paling tua saat itu (karena sekarang ada 9 shade baru dan belum hapal warnanya) no. 11 (Merlot). Gara-gara si Merlot ini saya...... JATUH CINTAA!! Benar-benar beda dengan warna nude (atau lebih tepatnya si Sweet Honey karena baru coba itu), si Merlot ini cukup diaplikasikan sekali di bibir warnanya sudah pigmented banget, dan tinggal diratakan ke seluruh bagian bibir. Rasanya juga ringan di bibir dan aromanya pun enak. Pokoknya love banget! Setiap pakai ini selalu ngerasa seksi seksi dewasa gimana gitu deh HAHA. Benar-benar favorit dan recommended banget buat yang mau coba warna tua.

Untuk packaging-nya, ketika pertama kali beli lip cream ini tidak mendapatkan kotak, hanya dibalut dengan plastik. Saya pribadi cukup suka dengan model tabungnya. Berwarna abu-abu gelap dengan tulisan warna putih, tidak terlihat murahan. Dan kita bisa melihat warna lip cream tersebut dari ujung tabung yang transparan. Kalau untuk awet atau tidaknya, lip cream ini tidak termasuk lipen yang tahan lama. Dan juga tidak bisa dibilang transferproof karena masih ada sedikit yang menempel ketika saya coba kecup-kecup di tangan. Tapi over all saya masih cinta banget produk ini :)

Sumber: dokumentasi pribadi
Atas: mosturizer lipstik; bawah: soft matte lip cream

2. Moisturizer Lipstik Mineral Botanica
Masih dengan merek yang sama, saya juga suka pakai mosturizer lipstik dari Mineral Botanica. Alasannya sih karena saya mau yang simpel saja buat sehari-hari dan tidak membuat bibir kering. Pertama kali beli juga sebenarnya saya hanya iseng buat coba-coba. Soalnya pengen juga punya lipen yang melembabkan bibir saya yang super kering. Keisengan saya membuahkan cinta (ealaaah...). Saya tidak salah pilih karena memang lipen ini benar-benar melembabkan bibir saya. Tidak hanya itu, aromanya juga enak. Pokoknya nyaman deh.

Untuk teksturnya lembut di bibir. Tapi memang dia efeknya glossy (kalau kata kakak saya kaya abis makan gorengan.... oke, fine. thank you!). Cuma ga tahu kenapa saya suka banget. Saya lebih memilih ini ketimbang pake lip balm atau lip gloss.

Kelebihan lainnya adalah seperti smlc-nya, pilihan warna yang diberikan lumayan banyak. Jadi masih bisa gaya hanya dengan mosturizer lipstiknya saja. Harganya juga tidak terlalu mahal, tidak jauh berbeda dengan smlc-nya.

Bentuknya saya bilang kaya spidol hahaha. Tapi di bagian bawah ada pemutarnya untuk menyesuaikan tinggi si lipen ketika ingin dipakai. Yang saya tidak suka adalah tutupnya. Tutupnya terbuat dari plastik transparan, yang dapat membuat kita melihat warna si lipen. Tapi sayangnya tutup ini tidak mengunci si tabungnya. Gimana ya jelasinnya... Jadi kalau ditutup dan dimasukkan ke dalam clutch ada kemungkinan terbuka sendiri. Kemungkinan lainnya juga (dan yang saya alami) kalau terlalu bersemangat menutupnya hingga terlalu dalam bisa membuat tutupnya rusak. Biar lebih jelas nanti akan saya berikan fotonya.

Sumber: dokumentasi pribadi
Huhuhu sedih tutupnya rusak :(

Walaupun ada kekurangannya, saya tetap suka mosturizer lipstik Mineral Botanica ini. Karena sangat pas untuk bibir saya yang sangat kering, sehingga bibirnya akan selalu terjaga kelembabannya selama pemakaian.


3. Gulaco Yummy Lip Scrub
bn1
Sumber: https://gulaco.wordpress.com/author/gulaco/
Ini bukan produk lipen. Tapi masih tentang bibir. Berulang kali saya mengungkapkan bahwa tipe bibir saya adalah kering. Tidak cocok untuk menggunakan gincu-gincu matte. Selalu ada saja bagian yang mengelupas karena terlalu kering. Jadi saya pikir apa ya yang bisa mengurangi kulit-kulit bibir saya yang mengelupas ini. Dan saya temukan produk ini.

Gulaco Yummy Lip Scrub ini produk lokal loh. Produk ini gunanya untuk mengangkat sel kulit mati dan membuat bibir menjadi lembut, bersih, dan sehat (berdasarkan webnya gulaco, boleh dicek www.gulaco.net). Bahan yang digunakan organik sehingga aman untuk tubuh, bahkan terdapat tulisan boleh ditelan pada produknya. Untuk pilihannya cukup bervariasi, ada kopi, stroberi, cokelat, ocha, dan madu. Saya coba waktu itu yang kopi. Saya sebenarnya bukan coffee addict, tapi suka sekali dengan aroma kopi.

Setelah sampai dan saya coba, aroma kopinya memang benar-benar kental. Jadi membuat nyaman selama pemakaian. Karena ada tulisan dapat ditelan, saya iseng icip-icip sedikit dan rasanya sama seperti kopi campur gula, pahit tapi manis. Pemakaiannya juga cukup mudah, tinggal basahi bibir lalu baluri dengan Gulaco Yummy Lip Scrub secukupnya, kemudian digosok perlahan searah jarum jam, lalu bilas dengan air.

Hasilnya langsung terasa loh. Bibir terasa lebih lembut dan sehat. Kalau di aturan pakainya sebaiknya setelah melakukan scrub bibir ini dilanjutkan dengan pemakaian lip balm untuk hasil yang lebih baik.

Setelah melakukan scrub bibir, saya mencoba memakai lipstik matte. Dan hasilnya bibir saya juga tidak menjadi kering dalam waktu singkat. Saya jadi nyaman menggunakan lipstik-lipstik matte.

Untuk harganya, satu jar berisi 20 gram seharga Rp 40.000,- yang menurut saya tidak terlalu mahal karena memberikan hasil yang nyata dan dapat dipakai sekitar satu bulan. Karena bahannya organik jadi lip scrub ini tidak bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. Sebaiknya digunakan secepatnya. Akan tetapi jangan terlalu sering juga melakukan scrub bibir, jika terlalu sering bisa membuat bibir terluka.

Kekurangannya menurut saya hanya satu, yaitu hanya bisa dibeli secara online. Sulit juga jika yang kita punya habis dan harus membeli online terlebih dahulu. Belum lagi mikirin ongkos kirim....


*****


Yap, sekian dulu untuk review produk bibir favorit saya. Nanti kalau ada lagi yang berksesan akan saya bagikan lagi. Atau tidak hanya produk bibir, tapi juga produk lainnya yang sangat saya sukai dan cocok dengan saya. Sampai bertemu lagi di tulisan berikutnya. Ciao!