Sabtu, 27 Juli 2019
BFF(s)
Selasa, 23 April 2019
Mohon Dijadikan Pelajaran
Senin, 22 April 2019
Titah Tuhan
Ku rasa saat ini Tuhan sedang bertitah,
"Bukan waktumu untuk patah hati, fokuslah dengan apa yang Ku beri saat ini, maka kau akan mendapatkan yang jauh lebih baik."
Selasa, 16 April 2019
(Mungkin) Terakhir
kemarin kita jumpa
berharap ada percakapan
untuk memperbaiki yang lalu
harapan hanya sekadar harapan
alih-alih tiada ruang untuk kita
bahkan seperti tidak kenal
hati masih menjerit
mungkin dia malu
terlalu banyak orang lain
mungkin besok
akan ada kejutan
logika mulai tak sejalan dengan hati
baiklah, kita lihat esok
kesempatan terakhir
harapan terakhir
waktu pun bergulir
ucapan dan doa mulai mengalir
tiada satu pun darimu
iya ini kejutan
kejutan untuk menampar hariku
bahwa aku memang hanya orang biasa
tiada pernah menjadi istimewa
di hatimu
hati masih berpikir
mengapa begitu teganya
padahal sebulan lalu masih ada kita
namun hari ini binasa
bahkan seperti tidak pernah ada
logika memecut
sudah diingatkan dari dulu
bahwa hati tak boleh ikut campur
sampai semuanya jelas
tapi yang ada hanya ketidakjelasan
sudah diingatkan untuk pergi
namun masih ingin tetap tinggal
lalu sekarang salah siapa?
salahku
dan semua harapku
musnah jadi debu
terima kasih pernah hadir
terima kasih pernah singgah
terima kasih pernah berarti
mungkin sekarang tiada lagi lain kali
...
masih ada mungkin
masih ingin berharap
dasar manusia lemah
ucapkan selamat tinggal saja sulit
ucapkan selamat tinggal saja enggan
ayo berpindah
selagi masih bisa
sebelum terisolasi dalam pulau harapan
Jumat, 22 Maret 2019
Jangan Hanya Cintai Dirimu Sendiri
Jangan hanya cintai dirimu sendiri.
Mengapa? Kalau bukan aku, siapa lagi yang mencintaiku?
Orang lain.
Jangan bercanda. Tiada satu pun yang mencintaiku. Buktinya, sampai saat ini, sudah sewindu tak miliki kekasih.
Kau tidak berusaha mencintai orang lain?
Buat apa? Hanya sakit yang ku rasa bila ia tak juga mencinta padaku.
Itu karena kau mencintai orang yang salah.
Bagaimana aku tahu bahwa ia orang yang salah?
Bagaimana kamu mencintai dirimu sendiri?
Mengapa malah balik bertanya?
Jawab saja dulu. Katanya kau mencintai dirimu sendiri.
Bagaimana aku mencintai diriku sendiri... Dengan mencari kebahagiaan!
Misalnya?
Aku berdandan untuk diriku sendiri agar terlihat cantik. Dan berkata bahwa aku cantik agar aku lebih percaya diri.
Lalu?
Menonton film! Atau mendengarkan musik!
Apa lagi?
Banyak deh. Pokoknya aku melakukan banyak hal yang dapat membahagiakan diriku.
Nah, itu jawabannya.
Maksudnya?
Kan tadi kamu bertanya bagaimana kamu tahu kamu mencintai orang yang salah.
Lalu? Apa hubungannya?
Jika kamu tidak merasa bahagia, itu tandanya kamu mencintai orang yang salah.
Tapi...
Kamu bahagia dibilang cantik?
Bahagia.
Bahagia diajak menonton film?
Bahagia. Tapi, mencintai orang tidak semudah itu.
Tidak juga.
Lalu?
Apa yang kamu lakukan bila mencintai seseorang?
Malah bertanya lagi.
Jawab saja.
Tentu saja membuat ia bahagia.
Nah, itu tahu.
Lanjutkan. Kau selalu membuatku bingung.
Kamu ingin membuat dia bahagia karena kamu mencintainya. Namun, apakah kamu merasa dibahagiakan olehnya?
...
Cintailah seseorang yang juga membahagiakanmu.
Kau benar.
Kau tahu itu.
Ya.
Tapi kau menolak untuk tahu.
Tepat.
Buat apa memelihara rasa sakit? Katanya kamu mencintai diri sendiri. Rasa sakit tidak membuat bahagia.
...
Kau belum mencintai dirimu sendiri.
Mungkin kau benar.
Jangan. Lepaskanlah.
Beri aku waktu.
Tidak ada waktu.
Tapi...
Sudah, mari bergerak. Saatnya pindah haluan.
Bagaimana caranya?
Buka matamu lebar-lebar. Begitu melimpah di luar sana yang dapat membuatmu bahagia. Tentukan tujuan dan mari berpindah.
Baiklah. Mari dicoba.
Sudah siap?
Harus.
Baiklah, ayo berpindah!
Selasa, 19 Maret 2019
2019
Senin, 28 Januari 2019
Semprul
Kemarin, setelah ngobrol-ngobrol bersama dua sahabat baik membahas soal (sebagian besar) jodoh, jadi makin tersadar akan satu hal. Saya itu tipe orang yang pasti. Kalau pergi mesti tahu harus ke mana, jam berapa, dan mau ngapain. Kalau tidak jelas, saya memilih tidak jadi atau tunggu sampai jelas. Sudah ditunggu tapi masih tidak jelas, atau setelah janjian tiada kabar, wah... sudah deh. Hati-hati saja. Aries yg egonya paling tinggi ini akan menunjukkan kemurkaannya.
Sama ketika menjalani suatu hubungan. Dulu pas punya pacar, kalau si pasangan sudah menunjukkan gelagat mau putus ya saya tanya langsung. Mau putus? Ya sudah sih tinggal bilang. Toh tak ada gunanya mempertahankan hubungan yang salah satunya tidak lagi memiliki rasa yang sama. Kalau dengan gebetan, pasti langsung tanya juga hubungannya mau dibawa ke mana. "Gila lo Yu berani banget." Mohon maaf nih, lelah juga kan menjalani hubungan yang tujuannya entah ke mana. Mending dari awal, kalau sudah timbul rasa, ditegaskan mau lanjut atau tidak. Susahnya adalah ketika ada yang mendekati saya dan saya tidak suka dengan caranya. Bisa-bisa pintu hati saya tidak akan terbuka sedikit pun. Malah mungkin akan saya usir.
Terus kalau putus dengan pacar atau tidak berlanjut dengan gebetan bagaimana? Ga baper? Ya baper dong, saya masih manusia punya hati. Tapi sebisa mungkin akal sehat saya mempengaruhi pikiran dan relung hati saya. "Buat apa mikirin orang yang ga mikirin kita sama sekali." Itu sih kuncinya. Lalu cari kesibukan atau malah cari kecengan baru hahahaha.
Namun, ada satu hal menyebalkan dalam diri saya. Saya itu gampang sayang sama orang. Terlalu ekstrem ya kata "sayang"? Hahaha, oke kita ganti dengan peduli. Saya tidak bisa tidak peduli dengan orang lain. Apa lagi terhadap orang-orang yang dekat dengan saya. Mau cuek tuh susahnya minta ampun. Makanya, saya suka minta kejelasan kalau dengan gebetan. Anehnya kalau sudah jelas tidak ingin lanjut, perasaan saya yang peduli ini bisa sirna begitu saja loh. Jadi kalau tanya kabar si anu si anu si anu yang pernah jadi masa lalu saya, saya tidak pernah tahu. Sudah tidak mengurusi. Tahu-tahu dapat kabar dari orang lain ada yang sudah menikah saja. Alhamdulillah kalau sudah bahagia bertemu jodohnya.
Terus, intinya apa? Hahaha cuma mau bahas diri sendiri kok. Agak narsis sih tulisan ini. Tapi tak apalah, untuk cerminan diri di kemudian hari. Jadi mesti sabar sama orang, jangan sayang berlebihan dengan orang lain, dan tak usah pedulikan kata orang yang selalu bertanya, "Kapan nyusul?" InsyaAllah akan datang saatnya bertemu dan menjalin kasih dengan seseorang yang tidak plin-plan, bisa memecahkan masalah, tidak dibuat menunggu, serta patut diberi kasih sayang sepenuhnya. Oh, jangan lupa yang pasti harus beriman, kan harus jadi imam keluarga. Kalau ada yang memenuhi kriteria di atas boleh loh mendaftar, eh... hahahahaha malah jadi buka pendaftaran 😝