Sabtu, 17 Januari 2015

"Cowo kalo ga brengsek pasti homo." Masa?

Pasti sudah sering mendengar kalimat di atas diucapkan oleh beberapa wanita di sekitar kalian. Tidak perlu berbohong, karena saya juga pernah bilang hal tersebut. Namun, saya menyesal sudah mengungkapkan hal tersebut. Mengapa?

Beberapa hari yang lalu saya dicurhati salah seorang sahabat yang sedang bersedih akibat putus cinta. Sahabat saya ini seorang laki-laki. Sebenarnya cukup sering saya dijadikan lawan bicara beberapa teman-teman lelaki saya untuk sekadar ngobrol ngalur-ngidul atau meminta pendapat saya tentang kehidupan percintaan mereka. Tenang saja, semua tidak menjadi korban friendzone saya, eh...

Singkat cerita teman saya memutuskan hubungannya yang sudah tidak sehat antara dia dan (mantan) kekasihnya. Tidak sehat dalam arti terlalu banyak pertengkaran di dalamnya dan (menurut saya) terlalu banyak drama. Mungkin kalau saya menjadi teman dari kekasihnya, teman saya ini akan dianggap sebagai salah satu laki-laki brengsek. 

Oh iya, kategori laki-laki brengsek itu menurut saya saat itu adalah para lelaki bermulut manis, banyak janji, tapi lebih banyak menipu, tanpa aksi, dan terkadang banyak yang berbicara kasar setelah mendapatkan wanitanya. Terlalu umum ya? Pasti kalau dibaca sama cowo saya langsung didamprat, "Emang kita udah pasti brengsek kalo punya sifat salah satu dari itu?" Ampun Mas ampun, ga maksud apa-apa. Justru saya nulis mau mengungkapkan pikiran saya yang sedikit terbuka dan menyebabkan saya menyesal mengategorikan lelaki hanya terdiri dari brengsek dan homo saja.

Lanjut ya ceritanya. Jadi teman saya ini sempat ngomong kasar (atau sering? ga tau juga soalnya cuma dapet cerita bukan menyaksikan langsung) ke pasangannya karena kesal dan pasangannya selalu mengulang kesalahan yang sama. Sering kali setiap teman saya marah, pasangannya menangis. Ya menangis, senjata andalan para wanita HAHAHAHA. Serius. Dulu juga saya sempat menangis di depan (mantan) pacar saya karena dia minta putus, terus ga jadi deh walaupun ujung-ujungnya putus juga setelah saya sudah lebih dewasa pemikirannya wakakakakakak (aslik jijik banget bacanya).

Dari sepenggal cerita di atas cukup jelas kan kenapa saya mengubah pola pikir saya tentang "cowo kalo brenngsek pasti homo"? Apa? Ga jelas? Jadi gini loh maksudnya. Teman saya ini ngomong kasar pasti karena kesal. Kesal itu diakibatkan karena terjadinya sesuatu. Apa sesuatunya? Yang dilakukan pasangannya. Ngerti? Belum juga? Haduh...

Menurut saya yang membuat seorang lelaki bertingkah menjadi brengsek bukanlah karena memang sifat mereka dari lahir sudah brengsek, tapi ada sebab di baliknya, salah satunya bisa disebabkan oleh pasangannya. Lagi pula seorang wanita tidak mungkin pernah memacari setiap pria di muka bumi ini kan, jadi mengapa menyamaratakan bahwa lelaki itu hanya dua jenis, brengsek dan homo.

Maka dari itu untuk para wanita akan lebih baik apa bila kita menarik dan memikirkan kembali kalimat kita yang menyatakan bahwa seorang lelaki itu brengsek. Mungkin saja yang menyebabkan mereka menjadi brengsek adalah kita sendiri (nah loh...). Lebih baik kita introspeksi diri terlebih dahulu sebelum menghakimi orang lain.

Salam damai :)

1 komentar: